Tampilkan postingan dengan label Wisata Pulau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Pulau. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Agustus 2011

Mutiara Terpendam di Maluku Utara

Foto : Dharma Wijayanto
Location : P. Dodola, Morotai, Maluku Utara, Indonesia 

Mutiara terpendam itu bernama Dodola
Hamparan pasir putih perlahan menyatu seakan memperlihatkan keindahan Pulau Dodola ketika air laut surut.
 
Sepanjang perjalanan yang tampak terumbu karang alami.





Mutiara itu bernama Dodola. 

Jumat, 01 Juli 2011

Karimunjawa Surga Bagi Para Penyelam

Karimun Jawa, Jawa Tengah – Karimun jawa banyak dikenal oleh sebagian orang sebagai surge para pecinta olahraga Diving. Terlihat dari pesona bawah laut yang masih jarang tersentuh tangan manusia dan pencemaran lingkungan. sehingga para penyelam (Diver) merasa nyaman melakukan kegiatan di bawah laut.

Tidak hanya itu saja, Ikan hias laut seperti Clown Fish, Angel Fish, Coral, Anemon, Teripang dan lain –lain banyak ditemui pada kedalaman lima meter di bawah permukaan laut. Karena keanekaragamannya baharinya tersebut, Jejeran Pulau Karimun Jawa menjadi pusat pehatian wisatawan Lokal dan mancanegara sebagai salah satu refrensi wisata bahari.

Keelokan pesona bawah laut Karimun Jawa ternyata membuat pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadikan tempat ini sebagai Taman nasional pada 15 Maret 2010. Mengingat kawasan ini banyak menyimpan 400 spesies fauna laut, 242 diantaranya adalah ikan hias. Tidak hanya itu saja, di kawasan ini pula menjadi rumah bagi habitat Elang laut dada putih, Penyu Sisik dan Penyu Putih.

Taman Nasional Karimunjawa juga menyimpan keistimewaan tersendiri, tidak jarang wisatawan menyebutnya sebagai ‘Nirwana terpendam’, Karena panorama bawah laut yang indah dan suasana tenang di pesisir pantai. Ditambah lagi dengan deburan ombak yang tidak terlalu besar, menambah cerita saat berkunjung di daerah ini.

Kawasan wisata yang memiliki iklim tropis dan memiliki suhu minimum 22 drajat celcius, memberikan  kesan tersendiri. Dengan berbagai panorama alam tropis dan keindahan bawah laut, berbagai aktivitas seperti memancing, Snorkling, Diving, atau berjemur dapat dilakukan kapan saja. Bahkan ada masyarakat yang menyewakan perahu, yang di tengah badan kapal terdapat kaca tembus pandang ke dasar laut, agar para wisatawan dapat melihat ekosistem di bawah laut.

Pulau karimunjawa sebdiri terdiri dari 27 pulau kecil dan lima buah pulau besar yang berpenghuni, pulau yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Pulau Menjangan Besar dan Pulau Menjangan Kecil. Kedua pulau tersebut merupakan sumber perekonomian masyarakat setempat. Dimana Pulau Menjangan besar sebagai pusat kerajinan berupa cenderamata dari batu-batuan pantai, tongkat kayu yang terbuat dari bahan kayu nyampulung.

Konon kayu nyamplung adalah jenis pohon yang batangnya dijadikan tongkat oleh Sunan Muria dan kayu tersebut dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai bahan obat-obatan.  Namun akibat merebaknya penebangan hutan secara liar, pohon nyamplung sulit ditemui, bahkan sebagaian masyarakat pohon tersebut sudah punah.

Sedangkan Pulau menjangan Kecil merupakan tempat penangkaran penyu dan berbagai jenis fauna laut lainnya. Di tempat ini pula terdapat Wisma Apung yang terbuat dari anyaman bambu, sehingga penginapan ini menjadi tempat favorit untuk menginap bagi wisatawan.  Karena penginapan ini memiliki daya trik tersendiri, yakni tepat dibawah penginapan tersebut terdapat penangkaran ikan Hiu, sehingga pengunjung dapat bercengkrama dengan binatang buas tersebut atau sekedar memberi makan.  

Diresmikannya gugusan pulau Karimunjawa menjadi Taman Nasional, ternyata membawa berkah bagi masyarakat setempat, terutama dalam hal perekonomian dan pemanfaatan sumber daya manusia. Selain itu sarana yang diberikan pemerintah dalam hal pendidikan mengarah pada pembudidayan rumput laut dan ilmu perikanan.  

Menurut lagenda, Gugusan Pulau Karimunjawa ditemukan pertama kali oleh Amir Hasan, anak lelaki dari Raden Umar Said atau biasa dikenal dengan Sunan Muria. Dirinya menerima hukuman dari ayahnya untuk menyendiri dan merenungi kesalahannya di sebuah pulau yang terlihat Krimun-krimun (Sebutan bagi orang jawa yang berarti samar-samar) dari puncak Gunung Muria tempat tinggalnya.

Pulau yang terlihat samar-samar tersebut banyak dihuni oleh orang jawa yang mengungsi saat terjadinya perang kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Demak. Sehingga secara spontan Amir Hasan menyebut pulau tersebut KrimunJawa, yang artinya Pulau yang terlihat samar namun berpenghuni orang jawa. (dharma)

Rabu, 01 Juni 2011

Eksotisme Pulau Tidung Di Utara Jakarta

Terletak di sebelah utara Kota Jakarta, Kepulauan Seirbu bisa menjadi alternative wisata bahari yang terbilang cukup murah. Misalnya Pulau Tidung, yang memiliki nuansa laut berwarna biru kehijauan, terumbu karang yang masih alami, hamparamn pasir putih dengan hemburan ombak yang tidak begitu besar.

Pulau memiliki dua pulau yang menjasi tempat pariwisata eksotik, yaitu Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Diantara kedua pulau tersebut terdapat jembatan penghubung yang terbuat dari kayu, pada jembatan tersebut, anda bisa melihat berbagai macam bentuk terumbu karang aktif dan ikan hias di sela-sela terumbu karang.

Selain itu, ekosistem terumbu karang yang terdapat di pulau tersebut masih memiliki keindahan alami,  banyak pengunjung melakukan kegiatan snorkeling dan diving. Tidak hanya itu saja, kegiatan memancing atau sekedar menikmati matahari tenggelam di sore hari pun bisa dilakukan di sekitar kawasan pulau tersebut.

Eksotisme pulau ini memancing rasa ingin tahu bagi para pecinta backpackers dan para peneliti lingkungan hidup. Tidak jarang para backpackers bermalam di Pulau Tidung kecil yang memiliki luas tidak kurang 200 meter dan tidak berpenghuni.  Sedangkan bagi para peneliti, banyak melakukan riset mengenai ekosistem terumbu karang. Baik penanaman kembali terumbu karang dan segl bentuk fauna bahari.  

Jika Pulau Tidung ramai dengan dengan para wisatawan backpackers dan peneliti, lain halnya dengan Pulau Tidung Besar yang ramai dengan penginapan bergaya modern yang berada di lingkungan masyarakat. Untuk tarifnya pun tidak terlalu mahal. Yakni berkisar antara Rp. 25.000 hingga Rp. 100.000 untuk satu malam.  

Kehadiran pengunjung di Pulau ini ternyata menjadikan perekonomian masyarakat setempat makin maju. Tidak jarang dijumpai masyarakat setempat yang menjual kerajinan berupa hiasan dinding yang terbuat dari karang laut, ikan segar dari laut, rumah makan sea food.

Tidak hanya itu saja pengunjung juga bisa menyewa sepeda dengan tarif Rp. 5.000 untuk satu hari, sewa alat snorkeling dengan harga Rp. 35.000, sedangkan untuk  diving berkisar Rp.100.000. Bahkan anda juga bisa menyewa perahu kecil dan banana boat untuk berkeliling pulau dengan tarif Rp. 32.000.

Makin meningkatnya pariwisata, membuat pemerintah daerah setempat semakin serius untuk memberikan fasilitas umum misalnya sepeti  puskesmas, pemadam kebakaran, pembangunan sekolah, penambahan dermaga kapal, dan lain –lain.

Untuk mencapai ke Pulau Tidung bisa ditempuh waktu satu hingga dua jam dari pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara atau bisa juga melalui pelabuhan Rawabasan, Tangerang. Sedangkan tarifnya tidak terlalu mahal, untuk satu orang penumpang kapal angkutan umum dikenakan biaya sebesar Rp. 25.000 berikut asuransi kecelakaan. Sedangkan untuk tarif kapal speed boat, dikenakan tarif sebesar Rp. 70.000 hingga Rp. 100.000 per orang.

Bagi yang tidak mau repot, bisa mendatangi  agen travel pariwisata dengan tarif Rp. 350.000 – Rp. 500.000 per orang dengan fasilitas penginapan, snorkeling, diving, makan siang-malam dan berkeliling pulau Tidung dengan menggunakan kapal kayu atau banana boat.

Seiring dengan banyaknya wisatawan local dan asing, membuat pulau ini tertimbun dengan sampah sepanjang pantai. tentunya hal ini menjadi pekerja rumah dari dinas pariwisata setempat dan tanggung jawab wisatawan untuk mendisiplinkan diri tidak membuang sampah sembarangan.